Selasa, 11 Agustus 2026


Hari ini kami mendatangi Balai Desa Tlogopucang untuk berpamitan, menandai momen penutup dari rangkaian panjang masa pengabdian kami di desa ini.


Pagi hari, kami menemui Bapak Kepala Desa Tlogopucang, Bapak Haji Muhammad Tohirin, untuk berpamitan secara langsung. Beliau adalah salah satu sosok pertama yang kami temui saat awal kedatangan di desa ini, sehingga momen berpamitan kali ini terasa menutup lingkaran perjalanan kami sejak hari pertama hingga hari terakhir KKN. Dalam kesempatan ini, kami juga meminta Bapak Kepala Desa untuk menandatangani laporan akhir kelompok kami, sebagai bentuk pengesahan resmi atas seluruh rangkaian program kerja yang telah kami laksanakan selama masa KKN di Desa Tlogopucang. Bapak Tohirin turut menyampaikan pesan dan harapan agar program-program yang sudah kami rintis dapat terus dilanjutkan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.


Usai berpamitan dan penandatanganan laporan dengan Kepala Desa, kami melanjutkan dengan berpamitan kepada seluruh perangkat desa yang ada di Balai Desa, mulai dari Sekretaris Desa, staf pelayanan, hingga jajaran lain yang selama ini banyak membantu dan mendampingi kami dalam menjalankan berbagai program kerja. Satu per satu kami menyalami dan mengucapkan terima kasih, sembari sedikit bernostalgia mengingat berbagai momen kerja sama yang sudah terjalin sejak hari-hari pertama kami memperkenalkan diri di balai desa ini. Suasana pagi itu terasa hangat namun juga sedikit berat, mengingat balai desa ini sudah menjadi tempat yang begitu akrab bagi kami selama lebih dari sebulan terakhir, mulai dari piket pelayanan warga hingga sekadar bertegur sapa di sela waktu istirahat.


Lebih dari sebulan kami tinggal dan mengabdi di Desa Tlogopucang, mulai dari hari pertama sowan ke rumah-rumah kepala dusun, mendampingi posyandu dan PMT hampir setiap hari, mengajar anak-anak di sekolah lewat berbagai program kreatif seperti Math Adventure dan Tree of Dreams, mendampingi kelompok tani membuat POC dan mencoba BUDIDALON, membantu warga mengenal QRIS dan memilah sampah, hingga menyaksikan langsung kesenian tradisional warga di malam Sadranan. Semua momen itu, baik yang besar maupun kecil, kini sampai di titik penutupnya.


Menutup rangkaian KKN PM 159 di Desa Tlogopucang ini, kami menyadari bahwa satu bulan lebih yang kami habiskan bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan proses belajar yang sesungguhnya tentang kehidupan bermasyarakat, kerja sama lintas bidang, dan ketulusan warga desa yang selalu terbuka menerima kehadiran kami sejak hari pertama. Dari balita yang kami dampingi tumbuh kembangnya, siswa-siswi yang kami temani belajar sambil bermain, hingga pelaku UMKM yang kami bantu mengenal teknologi baru, setiap interaksi mengajarkan kami arti pengabdian yang sesungguhnya, bukan sekadar menjalankan program di atas kertas. Kami pulang dengan membawa banyak pembelajaran berharga yang mungkin tidak akan pernah kami dapatkan di ruang kelas manapun, dan berharap jejak kecil yang kami tinggalkan, baik dalam bentuk program kerja maupun kedekatan yang telah terjalin, dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat Desa Tlogopucang di masa mendatang. Terima kasih, Tlogopucang, atas sebulan lebih yang penuh cerita ini.