Dari Literasi hingga Potensi Desa, KKN Literasi 37 Perkuat Apresiasi Anak dan Kelola Koleksi Buku Perpusdes Yudistira di Cidadap
Satu undangan mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sanalah sebuah ruang belajar dan keberanian anak untuk berkarya dapat dimulai. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, Kelompok 37 KKN Tematik Literasi Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan serangkaian kegiatan di Desa Cidadap, mulai dari menyebarkan undangan perlombaan Apresiasi Literasi “Literasi Merdeka”, mengunjungi UMKM pembuatan tempe, hingga menginventarisasi koleksi buku di Perpustakaan Desa Yudistira.
Kegiatan diawali dengan membagikan undangan kepada tiga lembaga pendidikan anak usia dini, yaitu PAUD Bina Putra Mandiri, PAUD Mekarsari, dan RA Ar-Ridlo. Undangan tersebut menjadi bagian dari persiapan rangkaian perlombaan Apresiasi Literasi “Literasi Merdeka” yang ditujukan bagi anak-anak PAUD dan RA. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenal literasi dengan cara yang menyenangkan sekaligus memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas mereka.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke salah satu UMKM pembuatan tempe di Desa Cidadap. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus melihat potensi lokal yang dapat dikembangkan. Di tengah tantangan pelaku UMKM dalam mempertahankan produksi dan memperkenalkan usahanya, pemahaman terhadap potensi lokal menjadi langkah penting untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan ditutup dengan inventarisasi buku yang berasal dari Perpustakaan Nasional dan hasil infak masyarakat di Perpusdes Yudistira. Penataan dan pendataan dilakukan agar koleksi lebih terorganisasi serta mudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghubungkan tiga hal penting dalam pembangunan desa: anak-anak yang membutuhkan ruang tumbuh, masyarakat yang memiliki potensi, dan perpustakaan sebagai ruang pengetahuan. Langkah sederhana ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan di Desa Cidadap.