Minggu, 9 Agustus 2026, menjadi salah satu hari yang paling berkesan sepanjang rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami di Desa Sidoharjo. Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh anggota kelompok telah berkumpul di posko untuk memulai agenda pagi itu, yakni membersihkan seluruh area posko yang telah menjadi rumah kedua bagi kami selama 35 hari terakhir. Kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan momen yang sarat makna, sebab inilah kali terakhir kami merapikan dan membenahi tempat yang telah menyaksikan seluruh cerita, tawa, lelah, dan perjuangan kami selama menjalankan program kerja di desa ini. Setiap sudut ruangan yang dibersihkan seolah membawa kembali kenangan-kenangan yang telah terukir selama masa pengabdian.

Tidak berhenti di situ, hari itu juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan segala keperluan kegiatan yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Persiapan dilakukan dengan penuh kekompakan, mulai dari menyusun rencana teknis hingga memastikan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan telah siap digunakan, sebagai wujud tanggung jawab kami untuk tetap memberikan yang terbaik hingga hari-hari terakhir masa KKN.

Momen yang tak kalah berharga pada hari itu adalah kunjungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang kami cintai. Kehadiran beliau membawa suasana hangat sekaligus reflektif, karena dalam kunjungan tersebut kami berkesempatan untuk berdiskusi secara mendalam mengenai seluruh program kerja yang telah berhasil direalisasikan selama masa pengabdian. Diskusi ini juga menjadi ajang evaluasi bersama, di mana DPL memberikan masukan, apresiasi, sekaligus catatan-catatan penting sebagai bahan perbaikan dan pembelajaran bagi kami ke depannya. Perbincangan tersebut terasa begitu berarti, sebab tidak hanya membahas capaian, tetapi juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan pelajaran hidup yang telah didapatkan selama menjalani KKN di Desa Sidoharjo.

Menjelang sore, kegiatan dilanjutkan dengan mempersiapkan diri untuk sisa hari-hari yang tersisa sebelum akhirnya harus meninggalkan Desa Sidoharjo. Kami mulai membereskan barang-barang pribadi maupun perlengkapan kelompok, sembari menyusun rencana kepulangan agar semuanya berjalan tertib dan lancar. Di tengah kesibukan tersebut, terselip rasa haru yang tidak dapat disembunyikan, mengingat waktu kebersamaan selama 35 hari di desa ini akan segera berakhir. Banyak kenangan yang telah terjalin, mulai dari kehangatan warga, semangat gotong royong, hingga kebersamaan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah kami rancang bersama.

Hari itu menjadi penutup yang sarat emosi, penuh rasa syukur, dan menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan pengabdian selalu meninggalkan jejak yang tak akan mudah dilupakan, baik bagi kami maupun bagi masyarakat Desa Sidoharjo yang telah menerima kami dengan tangan terbuka selama ini.