Mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Kelompok 5 Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan kegiatan pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan edukasi kebencanaan. Kegiatan ini diikuti oleh santri TPQ usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Mahasiswa mendampingi proses pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur'an, memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah sesuai kaidah tajwid, membimbing hafalan surat-surat pendek, serta mengajarkan doa-doa harian. Pendampingan ini bertujuan untuk mendukung pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial pada anak-anak.

Setelah kegiatan mengaji, mahasiswa melaksanakan sosialisasi kebencanaan dengan metode yang interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh para santri. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, seperti angin kencang, pohon tumbang, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Mahasiswa juga menjelaskan tanda-tanda awal terjadinya bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, pentingnya mengikuti arahan orang tua dan guru, serta mengenalkan konsep kesiapsiagaan melalui prinsip sederhana "tetap tenang, lindungi diri, dan segera menuju tempat yang aman". Penyampaian materi dikemas melalui permainan edukatif, kuis, tanya jawab, simulasi sederhana, dan pemberian contoh perilaku yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para santri TPQ. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi evakuasi sederhana, serta mampu mengingat kembali langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat. Melalui integrasi pendidikan agama dan edukasi kebencanaan, mahasiswa berharap santri tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang lebih baik, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana, sehingga mampu melindungi diri sendiri, membantu orang lain, dan menjadi generasi yang tangguh terhadap bencana. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN, pengajar TPQ, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap risiko bencana.