LOGBOOK HARIAN MAHASISWA KKN TEMATIK PERIODE JANUARI-FEBRUARI 2026

​Nama: Rangga

NIM / Universitas: J1B023020/Universitas Jenderal Soedirman

Fakultas: Ilmu Budaya

Lokasi KKN: Desa Baseh, Kabupaten Banyumas

Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026

​Aktivitas: Pembenahan Posko, Finalisasi Survei RW 5, Validasi Destana, dan Diskusi Wawasan Wilayah

Waktu: 08.00 – 09.00, 13.30 – 16.00, 16.00 – 17.30, & 21.00 – 22.40 WIB

Media: Posko KKN, Wilayah RW 5 (RT 3 & 7), & Ruang Diskusi

Status: Selesai

​Aktivitas 1: Pembersihan Total Posko Pasca-Miskomunikasi Agenda Senam (Sesi Pagi)

​Waktu: 08.00 – 09.00 WIB

​Pagi ini saya mengalihkan energi untuk kegiatan kebersihan domestik di posko. Saya membersihkan area teras, ruang tamu, ruang makan, hingga merapikan kamar pribadi. Kegiatan ini dilakukan sebagai pengganti ketidakhadiran kami dalam kegiatan senam bersama warga. Absennya kami disebabkan oleh kesalahan informasi (miskomunikasi) mengenai lokasi; informasi awal menyebutkan lokasi di RW 06 yang sangat jauh, namun ternyata agenda dipindah ke RW 04. Seandainya informasi tersebut valid sejak awal, saya tentu akan berpartisipasi di sana.

​Aktivitas 2: Finalisasi Survei BNBA Titik Rawan di Sisa Wilayah RW 5 (Sesi Siang)

​Waktu: 13.30 – 16.00 WIB

​Siang hari tim mitigasi kembali turun ke lapangan untuk menuntaskan misi survei By Name By Address (BNBA) di wilayah padat penduduk RW 5 yang merupakan zona rawan bencana gunung berapi. Fokus penyusuran hari ini adalah menyisir dua RT terakhir yang belum terdata, yaitu RT 3 dan RT 7. Kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil dengan didapatkannya 17 data kependudukan baru yang lengkap dengan jawaban atas kuesioner kerentanan (sesuai instrumen foto). Data ini melengkapi total survei RW 5 yang mencakup 346 KK.

​Aktivitas 3: Validasi Buku Destana Bersama Perwakilan Desa Kutaliman (Sesi Sore)

​Waktu: 16.00 – 17.30 WIB

​Sore hari posko kami menerima kunjungan dari perwakilan tim Desa Kutaliman. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mendapatkan informasi valid serta memverifikasi isi daftar materi dalam buku Desa Tangguh Bencana (Destana). Proses validasi ini dipimpin langsung oleh Kormades (Koordinator Mahasiswa Desa) kami. Kormades kami memang dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas, perfeksionis, bergerak teratur, dan bijaksana, sehingga menjadi figur yang sangat diandalkan di antara para Kormades se-Kecamatan Kedungbanteng untuk urusan standarisasi program.

​Aktivitas 4: Diskusi Sejarah Wilayah Riset BRIN dan Filosofi Hidup (Sesi Malam)

​Waktu: 21.00 – 22.40 WIB

​Malam hari diisi dengan diskusi mendalam dan hangat bersama Pak Seno dan Pak Budi Luhur. Topik awal membahas sejarah dan cakupan geografis wilayah riset RIIM Bumiayu BRIN, yang ternyata meliputi 6 kecamatan di Brebes Selatan (Bumiayu, Tonjong, Bantarkawung, Paguyangan, Salem, Sirampog), Tegal Kota, Kecamatan Ajibarang, hingga potensi masuknya Banjar Sari.

​Percakapan kemudian mengalir ke topik filosofi kehidupan, membahas perencanaan masa depan dan pemaknaan bahwa keberuntungan sejatinya adalah hasil dari keberanian mengambil peluang. Sesi ditutup dengan nasihat personal mengenai jodoh. Pak Seno (didukung pendapat keluarga besar saya) menyarankan untuk menghindari wanita bersuku Sunda dengan alasan kekhawatiran akan perbedaan pola pikir (stereotip materialis dan orientasi jangka pendek) yang dianggap kurang cocok dengan karakter saya yang "kutu buku", serta risiko kesetiaan. Nasihat ini menjadi refleksi menarik bagi saya, meskipun secara pribadi saya memiliki preferensi terhadap wanita Sunda.

​Refleksi dan Tindak Lanjut

​Hari ini saya belajar bahwa ketelitian informasi (soal senam) sama pentingnya dengan ketelitian data (soal survei). Diskusi malam ini juga memperkaya wawasan saya tentang peta sosiokultural wilayah Banyumas Raya hingga Brebes Selatan.

​Tindak lanjut untuk besok adalah melakukan rekapitulasi total data survei RW 5 untuk diinput ke dalam matriks risiko bencana.

​Dicatat dengan detail dan reflektif,

​Rangga

Mahasiswa KKN Unsoed Desa Baseh