Kegiatan monitoring pakan silase dilaksanakan di BUMDes sebagai bagian dari evaluasi program kerja bidang lingkungan dan pertanian yang telah dijalankan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan hasil fermentasi silase, memastikan kualitas pakan, serta menilai penghentian pemanfaatannya oleh pihak desa.


Dalam kegiatan ini dilakukan pengecekan kondisi fisik silase, meliputi aroma, tekstur, warna, serta tingkat kepadatan bahan di dalam wadah penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses fermentasi berjalan dengan baik, ditandai dengan aroma asam segar khas silase dan tidak adanya tanda-tanda membeku. Hal ini menunjukkan bahwa teknik pencacahan bahan, pencampuran, serta proses penyimpanan yang dilakukan sebelumnya sudah sesuai prosedur.


Selain itu, kegiatan monitoring juga menjadi sarana diskusi bersama pengelola BUMDes terkait potensi pengembangan pakan silase sebagai solusi alternatif pakan ternak, khususnya saat musim kemarau ketika ketersediaan hijauan berkurang. Silase dinilai mampu menjadi cadangan pakan bernutrisi yang lebih tahan lama dan ekonomis.


Melalui kegiatan ini, diharapkan program pembuatan pakan silase tidak hanya berhenti pada tahap praktik, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat desa secara mandiri sebagai bentuk penguatan ketahanan pakan ternak dan pemberdayaan potensi lokal.