Kegiatan Hari Keenam KKN di Desa Karanganyar, Wadaslintang: Pembuatan POC & Pendataan UMKM (part 3)
Pagi ini kami mendapatkan tiga agenda diwaktu yang bersamaan, dua proker dan satu undangan. Karena hal tersebut, kami membagi kelompok menjadi tiga, yaitu: dua orang mengerjakan program kerja Pelayanan Pemerintahan Desa untuk piket di Kantor Desa, empat orang di program kerja Pemberdayaan Lingkungan, dan tiga orang lain menghadiri undangan upacara di SD Negeri 2 Karanganyar.
Saya dan ketiga rekan saya berangkat ke Rumah Bibit yang dimiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyup Rukun di Desa Karanganyar pukul 8 pagi untuk mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan program kerja Pemberdayaan Lingkungan, yaitu Pembuatan POC. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan POC sudah kami persiapkan semuanya, yaitu galon air mineral, kayu untuk mengaduk, pisau dan talenan, limbah sayur dan buah, bonggol pisang, EM4, air gula, air cucian beras, dan air. Undangan kepada KWT dan Kelompok Tani sudah disampaikan sebelumnya melalui Ibu Siti selaku ketua KWT.
Tamu-tamu mulai berdatangan pukul 08.15 WIB, kemudian acara kami mulai pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan dan pemaparan materi terkait POC. Kami menyampaikan beberapa informasi terkait POC, seperti jenis-jenisnya, manfaat, alat dan bahan, juga komposisi POC yang akan kami gunakan untuk pelatihan hari ini. Setelah pemaparan, kami masuk ke dalam Rumah Bibit dan mulai mempraktikkan pembuatan POC bersama dengan ibu-ibu KWT dan bapak-bapak Kelompok Tani. Kami juga berkunjung ke kebun yang dirawat oleh KWT dan diberikan buncis hasil kebunnya. Setelah menyelesaikan sosialisasi dan pelatihan, kami dijamu dengan berbagai macam makanan, rupanya hari ini adalah jadwal tasyakuran KWT.
Saat bubar, kami pulang ke posko untuk solat Dzuhur dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendataan UMKM yang belum selesai. Hari ini kami pergi ke Dusun Andonglawak. Dusun ini terletak jauh dari dusun lainnya di Desa Karanganyar, di mana jalan menuju dusun tersebut sangat terjal dan curam. Di dusun tersebut, kami mendatangi dua UMKM yang kebetulan keduanya adalah produsen gula jawa.