Penanaman Budaya Literasi melalui Membaca dan Menulis Cerita
Pada hari ini, Kelompok 34 KKN Tematik Literasi melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah dan desa, meliputi pembukuan antologi cerita anak, pelaksanaan program Membaca Nyaring (Read Aloud), serta pelayanan perpustakaan desa.
Kegiatan pertama dilaksanakan di SDN 001 Tritih Wetan dengan melakukan pembukuan hasil karya cerita siswa kelas 5. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, di mana setelah mengikuti sesi membaca bersama, siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyusun sebuah cerita baru dengan tetap menggunakan tokoh dan latar yang sama seperti pada cerita yang telah dibacakan. Dari proses tersebut, setiap kelompok berhasil menghasilkan alur cerita yang berbeda sesuai dengan kreativitas dan imajinasi masing-masing.
Pada tahap pembukuan, siswa menuliskan kembali cerita hasil diskusi kelompok dengan tulisan yang lebih rapi, memberikan judul pada karya mereka, serta menghias halaman cerita agar lebih menarik. Mahasiswa KKN mendampingi setiap kelompok dalam proses penyusunan naskah, memberikan arahan mengenai kerapian penulisan, penggunaan ejaan sederhana, serta penyusunan kalimat agar cerita mudah dipahami. Seluruh karya yang telah selesai kemudian dihimpun menjadi sebuah antologi cerita anak sebagai bentuk dokumentasi sekaligus apresiasi terhadap hasil belajar siswa. Melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan menulis, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa semakin berkembang, serta mendorong mereka untuk semakin gemar membaca dan menghasilkan karya tulis.
Selanjutnya, Kelompok 34 KKN Tematik Literasi melaksanakan pertemuan keenam sekaligus pertemuan terakhir Program Membaca Nyaring (Read Aloud) di SD Negeri 5 Tritih Wetan dengan sasaran siswa kelas 2. Kegiatan diawali dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh mahasiswa KKN agar proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif. Mahasiswa membacakan buku kategori A dan B1 menggunakan metode read aloud dengan intonasi dan ekspresi yang menarik, diselingi pertanyaan sederhana untuk mengajak siswa memahami isi cerita secara aktif.
Setelah sesi membaca selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai tokoh, alur, dan pesan moral dari cerita yang telah dibacakan. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya peserta yang aktif menjawab pertanyaan maupun menyampaikan pendapat. Sebagai bentuk apresiasi, siswa yang berani maju ke depan untuk menceritakan kembali isi buku secara singkat diberikan hadiah sederhana. Kegiatan penutup ini diharapkan dapat memperkuat kebiasaan membaca yang telah dibangun selama program berlangsung sekaligus meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pendapat di depan teman-temannya.
Selain kegiatan di sekolah, mahasiswa KKN juga melaksanakan pelayanan Perpustakaan Desa Tritih Wetan sesuai dengan jadwal operasional yang telah ditetapkan. Selama jam pelayanan berlangsung tidak terdapat pengunjung yang datang sehingga tidak ada aktivitas peminjaman maupun pengembalian buku. Meskipun demikian, mahasiswa tetap melakukan pengelolaan perpustakaan dengan menata ulang koleksi buku pada rak sesuai kategori, merapikan ruang baca, membersihkan area perpustakaan, serta memastikan seluruh fasilitas berada dalam kondisi bersih, nyaman, dan siap digunakan oleh masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa KKN dalam menjaga keberlangsungan pelayanan perpustakaan desa sebagai salah satu sarana pendukung peningkatan budaya literasi di Desa Tritih Wetan.