Rabu, 21 Januari 2026—Hari kelima belas KKN kami awali dengan briefing internal untuk mematangkan pelaksanaan FGD kedua yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Dalam briefing tersebut, kami mendiskusikan beberapa hal baru yang muncul sebagai tindak lanjut dari FGD pertama, sehingga perlu penyelarasan kembali agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih terarah dan efektif.


Pada sore hari, kami mulai melakukan persiapan teknis. Saya bersama teman-teman menata snack yang nantinya akan dibagikan kepada warga, sekaligus mengecek kembali seluruh kebutuhan dan perlengkapan yang akan digunakan saat FGD. Tahap ini menjadi penting untuk memastikan tidak ada hal yang terlewat menjelang kegiatan utama malam hari.


Malam harinya, kami menuju balai desa untuk melaksanakan FGD bersama perangkat desa serta beberapa perwakilan dari masing-masing RW. Forum ini dipimpin oleh Bapak Iqbal Ariefiyanto selaku perwakilan dari BPBD, yang berperan sebagai fasilitator dalam jalannya diskusi. Dalam forum tersebut, kami membahas PRBBK (Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas) sebagai tindak lanjut dari hasil FGD pertama. Pembahasan mencakup penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul, pemetaan aspek kerentanan wilayah dan masyarakat, sistem peringatan bahaya, hingga perencanaan penanggulangan bencana ke depan.


FGD kedua ini menjadi langkah lanjutan yang penting dalam memperkuat kesiapsiagaan desa terhadap potensi bencana, sekaligus menjadi ruang dialog antara masyarakat dan perangkat desa untuk merumuskan upaya mitigasi yang lebih terstruktur dan partisipatif.