Edukasi Organik di Simadu dan Estetika Agraris di Bawah Gerimis (2 Februari 2026)
Kegiatan pagi ini diawali dengan agenda program kerja yang berfokus pada sektor pertanian. Kami menuju wilayah Simadu untuk melaksanakan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Agenda ini dihadiri oleh para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Antusiasme para peserta sangat terasa; mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai efektivitas pupuk organik untuk meningkatkan kualitas hasil panen mereka. Sinergi antara mahasiswa dan petani di lapangan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat diterima dengan baik jika dibarengi dengan pendekatan yang tepat.
Setelah urusan proker pembuatan pupuk selesai, saya kembali menjalankan peran sebagai fotografer. Kali ini, fokus dokumentasi saya arahkan sepenuhnya pada aspek agraris yang menjadi denyut nadi kehidupan desa. Saya menjelajahi area persawahan dan perkebunan untuk menangkap detail-detail visual dari tanaman padi yang mulai menguning hingga deretan tanaman cabai yang siap panen. Sudut pandang agraris ini sengaja saya ambil untuk menonjolkan potensi alam desa dalam bentuk dokumentasi yang lebih artistik dan mendalam.
Proses pengambilan gambar hari ini memiliki tantangan tersendiri karena cuaca yang kurang menentu. Saat saya sedang asyik merekam berbagai objek di tengah sawah, gerimis mulai turun membasahi bumi. Namun, rintik air yang turun justru memberikan efek visual yang dramatis pada hasil rekaman; butiran air di pucuk padi dan dedaunan cabai menciptakan kesan segar yang luar biasa. Meski harus ekstra hati-hati dalam menjaga peralatan kamera tetap kering, momen gerimis ini justru memperkaya stok footage yang saya ambil.
Hari ditutup dengan perasaan puas karena dua peran yang saya jalankan dapat berjalan beriringan. Mulai dari berbagi ilmu teknis mengenai pupuk organik bersama Gapoktan hingga mengabadikan keindahan alam desa melalui lensa kamera di tengah suasana yang syahdu. Pengalaman di Simadu hari ini memperkuat koneksi kami dengan masyarakat tani, sekaligus memberikan dokumentasi visual yang kuat mengenai kekayaan agraris yang dimiliki desa ini.