Dalam rangka meningkatkan minat baca dan budaya literasi di lingkungan sekolah dan desa, telah dilaksanakan kegiatan pembuatan sarana dan prasarana berupa pojok baca. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menyediakan ruang belajar yang nyaman, menarik, dan mudah diakses oleh peserta didik maupun masyarakat sekitar.


Kegiatan pembuatan pojok baca dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Selama waktu tersebut, berbagai tahapan pekerjaan dilakukan secara terencana dan kolaboratif. Tahap awal dimulai dengan pembuatan dan pemasangan tulisan “Pojok Baca” sebagai identitas ruang literasi. Tulisan ini diharapkan mampu menarik perhatian serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk membaca.


Selanjutnya, dilakukan penyiapan dan penataan lemari buku sebagai fasilitas utama pojok baca. Lemari tersebut difungsikan untuk menyimpan berbagai jenis bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat usia pembaca. Buku-buku yang telah dikumpulkan kemudian disortir, dikirim, dan ditata dengan rapi, sehingga memudahkan pengguna dalam memilih bahan bacaan.


Agar kegiatan berjalan optimal dan berkelanjutan, tim pelaksana juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah desa. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan dukungan, pemeliharaan fasilitas, serta pemanfaatan pojok baca secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas literasi lainnya.


Melalui pembuatan pojok baca ini, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif bagi pengembangan pengetahuan, kreativitas, dan kebiasaan membaca. Pojok baca bukan hanya sekadar fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun generasi yang gemar membaca dan berwawasan luas.