Belajar Bersama, Administrasi Tertata, UMKM Berdaya
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Kelompok 17 pada hari ini diawali pada pukul 09.00 WIB oleh Divisi Pemerintahan Desa yang melaksanakan pemisahan dan pengelompokan data sanitasi WC (jamban) di Desa Kaleng. Kegiatan ini bertujuan untuk merapikan data berdasarkan kategori yang telah ditentukan sehingga proses pendataan, verifikasi, dan pengelolaan informasi sanitasi desa menjadi lebih mudah dan sistematis. Data yang telah tersusun diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan database sanitasi yang lebih akurat serta mendukung perencanaan dan evaluasi program sanitasi di Desa Kaleng.
Selanjutnya, pada pukul 10.30–12.00 WIB dilaksanakan kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel Kaleng) yang diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri 2 Kaleng . Kedua kelas digabung dalam satu sesi pembelajaran dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang membahas sistem pencernaan manusia beserta berbagai gangguan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan. Untuk meningkatkan minat belajar siswa, kegiatan diselingi dengan permainan tic tac toe sebagai media pembelajaran yang interaktif. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, serta mampu memahami materi yang diberikan dengan baik. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa menyelesaikan rangkaian program kerja pendampingan branding produk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang bergerak di bidang produksi kuliner tradisional, yaitu Serabi dan Gembus. Selanjutnya pada kesempatan ini dilakukan penyerahan kode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam bentuk fisik kepada para pemilik UMKM sebagai upaya mendukung digitalisasi sistem pembayaran agar transaksi menjadi lebih praktis, efisien, dan non-tunai (cashless). Selain itu, mahasiswa juga menyerahkan Sertifikat Halal resmi sebagai bentuk legalitas produk sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Melalui rangkaian pendampingan ini, diharapkan UMKM Serabi dan Gembus di Desa Kaleng semakin berkembang, memiliki daya saing yang lebih baik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital.