Hari ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata pada Jumat, 9 Januari 2026 diawali dengan kunjungan ke SD N 3 Kutaliman . Kedatangan ini bertujuan untuk melakukan fiksasi dan penyesuaian awal terkait rencana sosialisasi yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut. Suasana sekolah pagi itu cukup tenang, memberikan kesan yang hangat dan ramah. Dalam pertemuan singkat tersebut, dilakukan pembahasan awal mengenai gambaran kegiatan sosialisasi, sasaran peserta, serta waktu pelaksanaan yang memungkinkan agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting agar kegiatan yang akan dilakukan ke depannya dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Setelah dari lingkungan sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan sowan silaturahmi ke Ketua RW 1. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perkenalan sekaligus upaya menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat setempat. Dalam suasana yang santai namun tetap penuh makna, perbincangan berlangsung seputar kondisi lingkungan, karakter masyarakat, serta harapan terhadap keberadaan kegiatan yang sedang dijalankan. Silaturahmi ini terasa penting karena menjadi pintu awal untuk membangun kepercayaan dan kerja sama dengan warga, sekaligus menunjukkan sikap sopan dan menghargai struktur sosial yang ada di lingkungan tersebut.

Masih dalam rangka memperkuat hubungan dengan masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Ibu Ketua Kader Posyandu. Pertemuan ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh keterbukaan. Dalam diskusi tersebut, dibahas beberapa rencana program kerja yang berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang menyentuh aspek kesehatan dan pemberdayaan warga. Dari perbincangan ini, diperoleh banyak gambaran mengenai kebutuhan masyarakat serta peluang kerja sama yang dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung. Diskusi ini menjadi bekal penting untuk menyusun program yang tidak hanya berjalan, tetapi juga benar-benar bermanfaat.

Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan berkunjung ke salah satu peternakan kambing dan sapi yang dikelola warga. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung melihat aktivitas peternakan. Dari kunjungan tersebut, dapat diketahui bagaimana pola pemeliharaan ternak, kondisi kandang, serta tantangan yang dihadapi oleh peternak dalam keseharian.

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan jalan-jalan santai sekaligus survei lingkungan. Kegiatan ini dilakukan sambil menyusuri area pemukiman warga untuk mengamati kondisi rumah-rumah yang kemungkinan terdampak bencana tanah longsor. Dengan berjalan langsung di lapangan, kondisi geografis wilayah dapat diamati secara lebih nyata, mulai dari kontur tanah, letak rumah, hingga lingkungan sekitar yang berpotensi rawan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengamatan awal, tetapi juga menambah pemahaman mengenai kondisi real masyarakat yang nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kegiatan lanjutan mengenai program penanaman pohon akar keras.