Kegiatan 1 – Pendampingan BUMDes di Kebun (14.00–15.10 WIB)

Pada pukul 14.00–15.10 WIB, mahasiswa KKN bidang ekonomi melaksanakan pendampingan BUMDes yang bertempat di area kebun bersama bendahara dan beberapa pengurus. Kegiatan difokuskan pada peninjauan laporan keuangan BUMDes secara umum. Mahasiswa membantu mengamati pencatatan yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan pada bagian-bagian yang masih belum lengkap atau belum dipahami dengan baik, seperti pemisahan antara pemasukan, pengeluaran operasional, serta pencatatan modal dan hasil usaha. Dalam pendampingan ini juga dibahas pentingnya pencatatan yang rapi, runtut, dan dilakukan secara konsisten. Mahasiswa menyarankan penggunaan format pembukuan sederhana yang memuat tanggal transaksi, keterangan, jumlah pemasukan atau pengeluaran, serta saldo akhir agar arus kas dapat dipantau dengan mudah. Selain itu, disampaikan pula pentingnya menyimpan bukti transaksi sebagai pendukung laporan. Diskusi berlangsung dua arah sehingga bendahara dapat langsung menanyakan hal-hal yang masih dirasa membingungkan. Mahasiswa juga memberikan saran tambahan agar laporan keuangan dipisahkan berdasarkan sektor usaha yang dijalankan BUMDes, yaitu sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Pemisahan ini dinilai penting untuk memudahkan pengurus dalam melihat perkembangan masing-masing sektor, membandingkan potensi usaha, serta menentukan evaluasi dan perencanaan ke depan. Pendampingan berlangsung dalam suasana santai namun tetap fokus, dengan harapan pengelolaan keuangan BUMDes menjadi semakin tertata dan mudah dipahami.


Kegiatan 2 – Penomoran Pohon Kelengkeng di Kebun Kelengkeng (15.10–15.40 WIB)

Pada pukul 15.10–15.40 WIB, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan penomoran pohon kelengkeng di area kebun. Setiap pohon diberi nomor secara berurutan menggunakan tanda yang diikatkan pada batang pohon. Kegiatan ini bertujuan memudahkan pendataan serta pengelolaan tanaman, terutama untuk memantau jumlah dan kondisi pohon secara lebih teratur. Mahasiswa bekerja secara bersama-sama agar proses berjalan cepat dan rapi. Nomor dipasang dengan hati-hati agar tidak merusak batang pohon. Kegiatan berlangsung lancar hingga seluruh pohon yang menjadi sasaran selesai diberi tanda, sehingga memudahkan identifikasi pada pemantauan selanjutnya.