Hari terakhir KKN diisi dengan berkemas-kemas untuk persiapan kembali ke Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Saya dan teman-teman juga bekerja sama membersihkan rumah posko hingga kembali bersih seperti sedia kala. Sebelum pulang, kami berpamitan dengan pemilik rumah posko perempuan dan laki-laki. Posko perempuan milik Ibu Umi dan suaminya, dan posko laki-laki milik Ibu Kustiri. Waktu setelah Dzuhur dipenuhi tangis sedih dan haru. Walaupun sedih melihat ibu dan bapak sendirian lagi di rumahnya, tetapi kami tidak akan lupa atas jasa dan waktunya, serta momen-momen di Desa Belik selama 35 hari KKN. Harapan saya adalah apa yang kami tinggalkan kepada desa, mudah-mudahan menjadi bermanfaat bahkan diteruskan oleh Tim KKN Desa Belik selanjutnya.