Kegiatan Senam Bersama serta Sosialisasi Pertolongan Pertama (P3K)
Pada hari ini, tim KKN mengikuti kegiatan senam bersama warga Desa Gandatapa yang dihadiri oleh ibu-ibu masyarakat sebagai bagian dari program Gerak Aktif Masyarakat. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh tim KKN bersama instruktur senam, dengan dua sesi gerakan yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat.
Setelah senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi P3K yang berisi demonstrasi Resusitasi Jantung Paru (RJP). Pada sesi ini, Syakira selaku penanggung jawab program bidang kesehatan memperagakan langkah-langkah dasar melakukan RJP sebagai bentuk edukasi dan berbagi informasi kepada masyarakat. Demonstrasi ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta mengenai tindakan pertolongan pertama pada kondisi henti jantung dan bersifat edukatif, bukan sebagai pelatihan keterampilan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Salah seorang peserta yang berprofesi sebagai tukang pijat menanyakan mengapa dirinya sering merasa lebih lelah setelah memijat pasien yang sedang sakit. Dijelaskan bahwa rasa lelah tersebut dapat disebabkan oleh meningkatnya tenaga atau usaha fisik yang dikeluarkan saat memijat pasien dengan kondisi tertentu sehingga energi yang digunakan menjadi lebih besar. Selain itu, kondisi kesehatan yang dimiliki, seperti hipertensi, juga dapat berkontribusi terhadap munculnya keluhan seperti rasa pegal atau tegang pada area leher. Pertanyaan lain yang diajukan berkaitan dengan penanganan pertama ketika terkena cipratan minyak panas saat memasak. Dijelaskan bahwa tindakan awal yang tepat adalah segera mengalirkan bagian tubuh yang terkena luka bakar dengan air bersih yang mengalir dan bersuhu dingin selama beberapa menit untuk membantu menghentikan proses panas pada jaringan kulit, kemudian menghindari penggunaan bahan-bahan lain yang tidak dianjurkan pada luka bakar. Melalui sesi ini diharapkan masyarakat memperoleh pengetahuan praktis mengenai pertolongan pertama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.