Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Kelompok KKN 23 Desa Pesuruhan melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu Musyawarah Rembug Stunting di Balai Desa Pesuruhan, pelayanan administrasi desa, inventarisasi dan pendampingan UMKM, serta kegiatan Rumah Pintar.

Kegiatan diawali dengan Musyawarah Rembug Stunting di Balai Desa Pesuruhan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendampingan kegiatan Posyandu melalui forum Rembug Stunting yang dihadiri oleh pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta berbagai pihak terkait sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting di Desa Pesuruhan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam diskusi mengenai kondisi stunting, pelaksanaan kegiatan Posyandu, serta program penanganan stunting yang telah berjalan di Desa Pesuruhan. Selain itu, mahasiswa bersama peserta musyawarah membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan stunting dan merumuskan alternatif solusi serta strategi yang dapat diterapkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pelaksanaan program penurunan stunting serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pada saat yang bersamaan, tiga orang mahasiswa Kelompok KKN 23 Desa Pesuruhan melaksanakan kegiatan pelayanan administrasi di Balai Desa Pesuruhan pada pukul 08.00–12.00 WIB bersama perangkat desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu pelayanan administrasi desa serta mendukung berbagai kegiatan administrasi yang berlangsung di Balai Desa. Selain itu, mahasiswa juga mengunggah artikel pada website Desa Pesuruhan sebagai bagian dari penyampaian informasi dan dokumentasi kegiatan desa kepada masyarakat. Di sela-sela kegiatan pelayanan administrasi, mahasiswa KKN menyusun artikel mengenai kegiatan pemetaan UMKM Desa Pesuruhan yang telah dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juli 2026. Artikel tersebut memuat hasil identifikasi potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di bidang pengolahan pangan, melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan pelaku usaha. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pelaksanaan program kerja lanjutan, seperti sosialisasi legalitas usaha, digitalisasi keuangan, serta pelatihan administrasi dan pembukuan sederhana guna mendukung perkembangan UMKM di Desa Pesuruhan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membantu pelayanan administrasi desa sekaligus mendukung publikasi informasi melalui media digital.

Selanjutnya, pada pukul 11.30–13.00 WIB, empat orang mahasiswa Kelompok KKN 23 Desa Pesuruhan melaksanakan kegiatan inventarisasi UMKM, sosialisasi legalitas usaha dan digitalisasi keuangan, serta penyuluhan administrasi dan pembukuan sederhana di UMKM warung milik Ibu Riyanti dan Ibu Siti Aminah yang berlokasi di Desa Pesuruhan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi usaha, potensi, serta kendala yang dihadapi sebagai bagian dari pemetaan potensi UMKM di Desa Pesuruhan, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha, pemanfaatan digitalisasi keuangan, serta penerapan administrasi dan pembukuan sederhana dalam pengelolaan usaha. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui wawancara menggunakan formulir inventarisasi, observasi terhadap operasional warung, serta diskusi dengan pemilik usaha mengenai profil usaha, pengelolaan persediaan, pemasaran, dan kebutuhan pengembangan usaha. Melalui kegiatan ini, diperoleh gambaran mengenai kondisi dan potensi UMKM yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat Desa Pesuruhan.

Selanjutnya, pada pukul 19.00–20.00 WIB, Kelompok KKN 23 Desa Pesuruhan melaksanakan kegiatan Rumah Pintar berupa mewarnai bersama anak-anak Desa Pesuruhan. Mahasiswa KKN membagikan lembar gambar dan alat mewarnai kepada setiap peserta, kemudian memberikan arahan mengenai cara memadukan warna agar hasil gambar lebih menarik. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendampingi anak-anak, memberikan motivasi, serta membantu peserta yang mengalami kesulitan dalam mewarnai. Kegiatan diakhiri dengan menunjukkan hasil karya masing-masing peserta dan memberikan apresiasi atas kreativitas serta semangat mereka dalam mengikuti kegiatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kreativitas, ketelitian, dan rasa percaya diri anak-anak semakin berkembang.