Digitalisasi Desa, Olah Limbah Kandang, dan Nostalgia di Lapangan
Pagi hari, kami pakai mode serius untuk Sosialisasi Website Sistem Informasi Desa (SID) dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Di era sekarang, data adalah aset. Kami mendampingi perangkat desa untuk memaksimalkan website desa agar bukan cuma jadi pajangan, tapi jadi pusat data yang transparan dan akuntabel. Harapannya, warga bisa akses informasi dengan mudah, dan Desa Erorejo makin dikenal luas di dunia maya. "Desa digital" bukan lagi wacana, tapi sudah mulai kami eksekusi.Siangnya, kami ganti kostum tempur buat urusan yang agak "berbau" tapi bermanfaat: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Feses Unggas. Terdengar menjijikkan? Awalnya iya. Tapi di sinilah ilmu kami diuji. Kami mengolah limbah kotoran ayam yang biasanya cuma jadi masalah lingkungan, difermentasi jadi pupuk cair yang kaya nutrisi buat tanaman. Baunya memang lumayan menusuk, tapi membayangkan manfaatnya buat pertanian warga nanti, rasa jijiknya jadi hilang (sedikit, hehe).Sorenya, setelah otak dan fisik diperas, kami refreshing bareng anak-anak lewat Permainan Tradisional. Lapangan desa jadi pecah! Kami mainkan semuanya: Engklek, Ular Naga, Gobak Sodor, sampai Benteng. Seru banget mengenalkan gim "jadul" ini ke generasi gadget. Ternyata lari-larian main Gobak Sodor atau adu strategi di Benteng itu jauh lebih bikin happy dan bonding daripada mabar game online. Keringat bercucuran, tapi tawa lepas di mana-mana.#KKNWonosobo #MahasiswaMengabdi #KKNLife #WonosoboAsri #CeritaKKN
Baca selengkapnya →