β’
π
08 Jan 2026 β’ 17:47:00
Analisis Kondisi UMKM Gerabah di Dusun Sambirata, Desa Wanogara Kulon
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) gerabah di Dusun Sambirata, Desa Wanogara Kulon merupakan salah satu wujud kegiatan ekonomi berbasis kearifan lokal yang masih eksis hingga saat ini. Hasil wawancara dengan pelaku usaha menunjukkan bahwa terdapat empat pengepul utama dengan rentang usia antara 40 hingga 70 tahun, dan masing-masing unit usaha mempekerjakan sekitar 2 sampai 7 pekerja. Struktur tenaga kerja yang relatif kecil menunjukkan karakter UMKM yang berskala rumah tangga dan bergantung pada kemampuan keluarga atau komunitas setempat untuk menjalankan proses produksi.Dalam aspek pemasaran, UMKM gerabah tersebut masih sangat bergantung pada mekanisme tradisional, yakni rekomendasi dari pelanggan lama dan permintaan dari langganan tetap. Pola pemasaran semacam ini mencerminkan keterbatasan jaringan distribusi serta pemanfaatan teknologi informasi yang minimal, sehingga jangkauan pasar cenderung stagnan dan terbatas pada jejaring interpersonal yang sudah terjalin.Permasalahan signifikan yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah tenaga kerja ketika volume pesanan meningkat secara drastis. Fenomena ini diperparah oleh reorganisasi tenaga kerja yang terhambat karena banyaknya tenaga kerja usia produktif yang merantau ke Jakarta. Kondisi demikian tidak hanya mengurangi kapasitas produktif UMKM, tetapi juga mengindikasikan adanya dinamika migrasi tenaga kerja dari sektor informal pedesaan menuju pusat ekonomi yang lebih besar.Di samping itu, keterbatasan keterampilan khususnya dalam memenuhi permintaan produk custom seperti pot bunga menjadi tantangan tersendiri. Produk dengan kustomisasi tinggi menuntut keterampilan desain dan teknik pembuatan yang spesifik, di mana sebagian besar pekerja saat ini belum memiliki kompetensi yang memadai untuk memenuhi standar tersebut. Hal ini mengakibatkan potensi kehilangan peluang pasar yang lebih luas dan beragam.Permasalahan lain yang tidak kalah penting ialah ketersediaan bahan baku tanah liat. Sumber tanah liat selama ini berasal dari lahan sawah setempat, namun stok bahan baku semakin menipis. Kondisi ini diperburuk oleh diberlakukannya kewajiban pembayaran pajak tanah setiap tahun, yang secara langsung menambah beban biaya bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan bahan baku. Keterbatasan stok tanah liat tidak hanya berdampak pada kontinuitas produksi tetapi juga pada perencanaan usaha jangka panjang.Secara keseluruhan, UMKM gerabah di Dusun Sambirata menunjukkan karakter usaha yang adaptif tetapi terhambat oleh berbagai keterbatasan struktural dan sumber daya. Dukungan dalam bentuk pelatihan peningkatan keterampilan, pengembangan pemasaran digital, serta regulasi kebijakan sumber daya bahan baku dapat menjadi intervensi strategis guna meningkatkan kapasitas UMKM ini dalam menghadapi persaingan pasar dan dinamika permintaan yang terus berubah.
Baca selengkapnya β