•
đź“…
08 Jan 2026 • 23:36:00
D-2 Pemetaan Data Sektoral Desa, Teknis Kartografi Bencana, dan Pendekatan Sosial
LOGBOOK HARIAN MAHASISWA KKN TEMATIK PERIODE JANUARI-FEBRUARI 2026​Nama: RanggaNIM / Universitas: J1B023020/Universitas Jenderal SoedirmanFakultas: Ilmu BudayaLokasi KKN: Desa Baseh, Kabupaten BanyumasTanggal: Kamis, 8 Januari 2026​Aktivitas: Pemetaan Data Sektoral Desa, Teknis Kartografi Bencana, dan Pendekatan SosialWaktu: 09.00 – 12.00 WIB, 13.00 – 14.00 WIB, & 20.00 – 22.00 WIBMedia: Balai Desa Baseh & Posko KKNStatus: Selesai​Aktivitas 1: Koordinasi Data Demografi Rawan Bencana dan Potensi Sektoral (Sesi Pagi)​Waktu: 09.00 – 12.00 WIB​Pagi ini kami kembali mengunjungi Balai Desa untuk menggali data spesifik terkait wilayah rawan bencana. Informasi yang kami himpun dari Pak Sekdes Sunarko menunjukkan bahwa RW 4, 5, dan 6 adalah zona prioritas, dengan populasi masing-masing: RW 5 sebanyak 800 jiwa, RW 6 sebanyak 500 jiwa, dan RW 4 sebanyak 300 jiwa. Wilayah RW 6 teridentifikasi rawan karena berbatasan langsung dengan hutan Perhutani, sedangkan tebing di sekitar selokan telaga RW 5 sering mengalami longsor.​Peta kebencanaan desa yang ada ternyata sudah usang (hanya memuat tanah bergerak) dan belum diperbarui, sehingga kami berencana melakukan pembaruan SK Forum Pengurangan Risiko Bencana (SKFPRB) dengan target finalisasi data pada tanggal 20 Januari berkoordinasi dengan Pak Sukir. Strategi sosialisasi mitigasi disepakati untuk tidak hanya menyasar 3 RW rawan tersebut, melainkan menyeluruh ke semua RW.​Aspek sektoral lainnya juga kami petakan secara rinci:​Lingkungan & Peternakan: Sekitar 35-50% warga adalah peternak (mayoritas kambing, sebagian sapi dan ayam pedaging), dengan kandang yang umumnya jauh dari rumah khususnya di RW 5. Strategi evakuasi ternak diarahkan ke tanah lapang, dan kami akan mengundang perwakilan peternak tiap RT/RW serta Ketua RT pemilik ternak untuk diskusi mitigasi aset hidup ini.​Ekonomi: Potensi industri rumahan (keripik) akan kami fasilitasi melalui pembuatan banner dan promosi digital.​Kesehatan: Fokus diarahkan pada pengajuan proposal bantuan makanan bergizi untuk penanganan stunting, melengkapi program PSN yang sudah ada.​Pendidikan: Sosialisasi akan dilakukan menyeluruh ke sekolah-sekolah dengan prosedur perizinan bertahap (sekolah dulu, baru surat pengantar DPL).​Pemerintahan: Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) juga menjadi agenda tambahan.​Aktivitas 2: Diskusi Teknis Pembuatan Peta Destana dan Strategi FGD (Sesi Siang)​Waktu: 13.00 – 14.00 WIB​Sesi siang dimanfaatkan untuk diskusi teknis mengenai penyusunan peta Desa Tangguh Bencana (Destana). Kami mengulas kembali materi BPBD, termasuk cara pengisian lembar kerja Destana. Pembuatan peta risiko bencana akan mengolaborasikan referensi dari InaRisk, Google Maps, dan data spasial desa.​Teknis pencetakan peta disepakati menggunakan pengaturan properties Epson untuk ukuran A4 dikali 4 (format poster besar), dengan total cetak 4 lembar (peta bencana, peta administrasi, dan 2 cadangan). Persiapan untuk Focus Group Discussion (FGD) ke-2 juga dimatangkan, di mana kami perlu menambahkan satu peta jalur evakuasi—bisa menggunakan peta risiko yang telah ditandai atau peta baru. Arah orientasi peta saat pemasangan juga wajib menghadap ke Utara. Keputusan penting lainnya adalah menetapkan "tanah longsor" sebagai bahaya utama (main hazard), sementara "gunung api" dijadikan bahaya sekunder (side hazard), namun hal ini akan kami konsultasikan terlebih dahulu kepada Pak Seah (Korkab).​Aktivitas 3: Pendekatan Kultural dengan Warga Posko dan Anak-Anak Desa (Sesi Malam)​Waktu: 20.00 – 22.00 WIB​Malam harinya, suasana posko menjadi lebih hangat dengan agenda pendekatan sosial. Kami menghabiskan waktu berdiskusi santai dengan Bapak dan Ibu pemilik rumah posko untuk mempererat tali silaturahmi dan memahami norma sosial setempat lebih dalam.​Momen ini menjadi sangat berkesan karena kami menerima kejutan manis berupa hadiah pemberian dari anak-anak kecil di sekitar lingkungan posko. Penerimaan yang tulus dari warga dan anak-anak ini menjadi suntikan semangat moral bagi kami untuk menjalankan program pengabdian di Desa Baseh.​Refleksi dan Tindak Lanjut​Data yang didapat hari ini sangat padat dan krusial. Mengetahui bahwa 35-50% warga adalah peternak mengubah perspektif kami bahwa mitigasi bencana di Baseh tidak boleh hanya menyelamatkan nyawa manusia, tetapi juga aset ternak mereka.​Tindak lanjut besok adalah mulai menyusun draf peta risiko berdasarkan data Inaris dan Gmaps, serta menghubungi pihak sekolah untuk penjajakan jadwal sosialisasi.​Dicatat dengan detail dan komprehensif,​RanggaMahasiswa KKN Unsoed Desa Baseh
Baca selengkapnya →