FADHILAH FARHAN NURROCHIM
•
📅
17 Jan 2026 • 21:35:00
Dari Karya Kolase, Memasak, hingga Pengajian Malam
Hari ini dimulai lebih awal dari biasanya. Pukul 07.30 WIB, saya bersama rekan-rekan tim sudah berada di sekolah dasar untuk mendampingi adik-adik siswa dalam kegiatan kreatif. Kali ini, saya mengambil peran di balik lensa sebagai fotografer untuk mengabadikan setiap momen seru. Agenda utamanya adalah membuat kolase, dan antusiasme anak-anak benar-benar luar biasa. Entah karena kamera yang saya bawa atau hal lain, saya merasa seolah menjadi "magnet" bagi mereka; anak-anak berkerumun dengan ceria, membuat suasana kelas menjadi sangat hidup. Meski cukup menguras energi, melihat binar bahagia mereka membuat rasa lelah itu terasa sangat setimpal.Setibanya kembali di posko, aktivitas berlanjut ke area dapur. Giliran saya yang mengambil kendali untuk menyiapkan menu makan siang. Saya bertugas menanak nasi dan meracik tumis cah kangkung. Meskipun resep yang saya gunakan murni berdasarkan "keyakinan" alias insting tanpa takaran pasti, ternyata hasilnya tidak mengecewakan—banyak teman-teman yang memuji rasanya enak. Memasak untuk tim di tengah jadwal KKN yang padat seperti ini memberikan kepuasan tersendiri, sekaligus menjadi momen bonding yang efektif di antara kami.Sore harinya, hujan turun membasahi desa, memberikan kesempatan bagi kami untuk bersantai sejenak sambil menunggu waktu makan malam. Menu makan malam kali ini cukup praktis namun tetap menggugah selera: omelet mi (telur dadar campur mi) dan sarden hangat. Kesederhanaan menu ini justru terasa nikmat karena disantap bersama-sama di tengah hawa dingin setelah hujan. Momen makan malam ini menjadi jeda istirahat yang krusial sebelum kami melanjutkan agenda sosial berikutnya di malam hari.Memasuki pukul 21.00 WIB, meski raga mulai menuntut istirahat, kami tetap semangat berangkat untuk menghadiri pengajian hadroh bersama warga setempat. Suara tabuhan rebana dan lantunan selawat menjadi penutup hari yang sangat berkesan. Hari ini ditutup dengan rasa kantuk dan lelah yang luar biasa, namun terselip rasa puas karena bisa melampaui hari yang sangat produktif—mulai dari mengajar, memasak, hingga berbaur dengan kegiatan keagamaan warga
Baca selengkapnya →