Hari Kelima belas KKN di Desa Kutaliman
Hari kelima belas diisi dengan kegiatan yang cukup beragam dan terasa panjang sejak pagi. Aktivitas dimulai dengan piket desa di balai desa. Waktu piket dimanfaatkan untuk membantu administrasi sekaligus mengisi website desa dengan dokumentasi kegiatan KKN yang telah dilaksanakan. Proses pengisian website membutuhkan ketelitian karena setiap kegiatan harus ditulis dengan rapi, jelas, dan sesuai dengan kronologi. Pekerjaan ini terasa cukup menantang, tetapi juga memberi pengalaman baru dalam pengelolaan informasi desa secara digital.Setelah piket selesai, kegiatan berlanjut dengan menyiapkan snack dan berbagai kebutuhan untuk kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan lusa, sekaligus menyiapkan perlengkapan FGD 2. Persiapan dilakukan bersama-sama agar tidak ada kebutuhan yang terlewat. Mulai dari konsumsi, alat tulis, hingga kelengkapan materi diperiksa satu per satu. Kegiatan ini terlihat sederhana, namun memerlukan koordinasi yang baik karena menyangkut kelancaran acara.Puncak kegiatan hari ini adalah pelaksanaan FGD 2. Forum diskusi ini membahas berbagai hal penting yang berkaitan dengan kebencanaan di desa. Diskusi difokuskan pada penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul, yang kemudian disepakati berada di SD 1 Kutaliman, Balai Desa, dan SD 2 Kutaliman. Pembahasan dilakukan secara mendalam agar jalur dan titik kumpul tersebut benar-benar mudah dijangkau oleh warga dalam kondisi darurat.FGD juga membahas aspek kerentanan desa, baik dari sisi lingkungan maupun kondisi masyarakat. Diskusi berlanjut pada penyusunan RPB, perencanaan RAB, penentuan PIC, serta pembahasan mengenai peringatan bahaya gunung meletus dan longsor. Setiap poin dibahas secara terbuka, disertai masukan dan pendapat dari peserta yang hadir. Suasana diskusi terasa serius namun tetap kondusif, dengan tujuan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterapkan secara nyata.
Baca selengkapnya →